Follow Me @gitagipus

Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Januari 2013

Film "Cita-Citaku Setinggi Tanah"

10:25 0 Comments


Bener-bener tertarik ma film ini, tapi sayangnya belum pernah nonton ini sampai sekarang .


Film Cita-Citaku Setinggi Tanah merupakan film garapan Eugene Panji. Film ini bercerita tentang Agus yang berasal dari keluarga sederhana di Muntilan, Jawa Tengah. Ayahnya bekerja di pabrik tahu, ibunya adalah ibu rumah tangga yang sangat mahir membuat tahu bacem. Agus gelisah setelah ditugaskan oleh ibu guru untuk membuat karangan tentang cita-cita. Teman-teman Agus memiliki cita- cita setinggi langit.
Sri ingin menjadi artis terkenal karena dorongan ibunya. Ia selalu ingin dipanggil dengan nama Mey. Menurutnya, nama Sri tidak menjual. Jono bercita-cita jadi tentara. Dalam kesehariannya, ia bertingkah selayaknya pemimpin di hadapan teman-temannya. Jono selalu ingin jadi ketua kelas. Puji bercita-cita ingin membahagiakan orang lain. Ia membantu semua orang yang terlihat membutuhkan bantuan. Di balik semua aksinya itu, ternyata ia hanya mengharapkan sanjungan dan ucapan terimakasih dari orang yang dibantunya. Ia haus pujian.
Agus yang tiap hari makan tahu bacem buatan ibunya bercita-cita ingin makan di restoran Padang. Ia jadi bahan tertawaan teman-temannya. Ia juga sadar bahwa untuk cita-citanya itu ia butuh uang. Masalah ini yang harus dipecahkannya. (21cineplex, 2012)

Minggu, 04 November 2012

Resensi Novel "9 Matahari : Perjuangan Seorang Mahasiswi menjadi Seorang Sarjana"

12:20 0 Comments

Judul Buku     : 9 Matahari
Penulis           : Adenita
Penerbit         : PT Grasindo Anggota Ikapi
Tahun Terbit  : 2008
Tebal             : 359 halaman

Perjuangan seorang gadis yang bernama Matari Anas yang berasal dari keluarga kurang mampu dalam berusaha untuk melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah. Bahkan, untuk memulai kuliahnya saja dia harus berhutang jutaan rupiah kepada pamannya. Berbagai cara dia lakukan untuk membayar hutang tersebut, mulai dari menjadi pelayan restoran, resepsionis, dan penyiar radio.

Berbagai permasalahan dia alami, seperti suasana rumah yang terkadang tidak kondusif, terlilit hutang sekolah dan kesulitan memenuhi biaya hidup. Hingga suatu hari sampailah Matari di titik lelahnya.  Urusan kuliahnya terbengkalai.